KOTA MALANG — Harapan itu kini terbentang di atas Sungai Brantas. Warga Kelurahan Klojen, Kota Malang, akhirnya memiliki akses yang lebih aman dan layak melalui pembangunan Jembatan Perintis Gantung Garuda III, sebuah infrastruktur yang lahir dari kebutuhan nyata masyarakat.
Selama ini, aktivitas warga terhambat oleh keterbatasan akses yang tidak hanya memakan waktu, tetapi juga berisiko. Jalur yang harus dilalui untuk bekerja, bersekolah, hingga mengakses layanan kesehatan kerap menjadi tantangan, terutama saat kondisi sungai tidak bersahabat.
Komandan Korem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan, meninjau langsung pembangunan jembatan tersebut pada Jumat (17/4/2026). Ia menegaskan bahwa kehadiran TNI merupakan bagian dari komitmen negara untuk menjawab kesulitan masyarakat secara nyata.
“Ini bukan sekadar jembatan, tetapi penghubung harapan masyarakat,” ujarnya.
Jembatan sepanjang 30 meter dengan lebar 1,2 meter ini dirancang untuk mendukung mobilitas pejalan kaki dan kendaraan ringan dengan kapasitas hingga 800 kilogram. Pembangunan dilakukan dengan memperhatikan kondisi geografis bantaran sungai, termasuk potensi banjir dan perbedaan tinggi tebing.
Keberadaan jembatan ini memberikan dampak langsung bagi sekitar 1.500 jiwa atau 300 kepala keluarga. Akses yang sebelumnya sulit kini berubah menjadi lebih cepat, aman, dan efisien, membuka peluang baru bagi aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
Di tengah medan yang tidak mudah, pembangunan ini menjadi bukti kuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat. Semangat gotong royong menjadi fondasi utama dalam menghadirkan solusi nyata di lapangan.
Danrem berharap jembatan ini dapat dijaga dan dimanfaatkan secara optimal. “Negara akan selalu hadir sebagai solusi di tengah kesulitan masyarakat. Ini bukti nyata bahwa negara bekerja dan peduli,” tegasnya. (*)
